Beroleh Harta Belum Tentu Beroleh Kebahagiaan

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri…”Matius 6:34.

Renungan Harian – Yang menyebutkan Firman ini adalah Yesus secara langsung, berarti tdk ada alasan bagi siapapun untuk meragukan malahan harus menghidupkannya dengan iman.

Di sisi lain Yesus memberi pernyataan, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” Lukas 12:15

Ada sebagian orang yang berupaya membaca alkitab secara sepintas lalu mengatakan ayat ini tdk normal dan tdk benar. Pemikiranya masuk akal secara logika, “jika orang tidak punya harta lalu darimana dia hidup!” Namun Firman Tuhan jangan pernah dikaji dengan logika manusia hasilnya akan salah kaprah dan tidak tepat arah. Firman Tuhan adalah kebenaran dan tdk pernah salah. Jutaan fakta dapat membuktikanya dan lembaran ini tentu akan terlalu panjang membeberkanya. Tanyakan saja lagi mbah Google maka dia akan bercerita panjang tentang kejadian nyata. Roh Moo-hyun mantan presiden Korsel mati bunuh diri loncat dari tebing. Alan Garcia mantan presiden Peru bunuh diri dengan menembak kepalanya. Marimutu Manimaren bos PT. Texmaco, loncat dari lantai 56 Hotel Aston Semanggi Jkt dan masih banyak yang lain. Mereka mati bunuh diri dengan meninggalkan banyak harta kekayaan. Masih segar dlm ingatan kita meninggalnya presiden ke 3 republik ini, Bapak BJ. Habibie 11 Sept 2019 tahun lau. Hanya koleksi mobil mercedez dgn berbagai type ada 32 unit, harga satuannya miliyaran rupiah belum terhitung dengan kekayaan lain. Namun tidak satupun yg dibawa ke liang kubur. Yang namanya kehidupan bukan dari kekayaan, bila tiba saatnya akan berahir juga. Masih belum cukupkah ini menjadi bukti kebenaran Alkitab. Walaupun sesungguhnya Firman Tuhan tdk perlu dibuktikan, karena Firman-Mu adalah kebenaaran, kata Yesus (Yohanes 17:17). Tidak ada yang salah dgn kekayaan, malahan ada arahan dari kitab suci seperti berikut, “Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Ulangan 8:17,18. Inilah baru namanya kekayaan membawa bahagia yang sejati.

Sekali lagi mari kita pahami, tidak ada yang salah dengan kekayaan, yang salah jika utk mengejar kekayaan tersebut kita korbankan kebahagian sejati yang seharusnya dinikmati hari ini. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menghalalkan segalanya demi uang yang lazim dikenal dengan istilah KKN, (korupsi, kolusi, nepotisme). Siapa yang tidak mengetahui sekarang ini begitu banyak orang-orang berduit, namun menjadi penghuni hotel prodeo alias penjara akibat perilaku yang sama. Bahkan ada yang mengakhiri hidupnya di lembaga pemasyarakatan langsung menuju pemakaman. Apakah dia dapat dihidupi oleh kekayaannya yang masih melimpah ruah itu? Sudah barang tentu tidak…!

Seorang filsuf romawi bernama Seneca, yang menghabiskan lebih banyak waktu hidupnya di istana raja sebagai penasehat pernah berkata, Kebahagiaan sejati ialah, “Menikmati hari ini dengan penuh sukacita tanpa dibebani oleh rasa khawatir akan hari esok, karena kekhawatiran akan hari esok hanya mengikis kebahagiaan hari ini.” Seneca.

error: Content is protected !!