Berjalan di Atas Rel

Penyejuk Jiwa – Ada rel yang harus dijalani dalam menempuh mil yang kedua atau “the second miles.” Sama seperti konstruksi rel dimana semua kita mengenalnya, terdiri dari dua bantalan besi baja yang lurus itulah menjadi lintasan kenderaan yang disebut kereta, mono rail, LRT, MRT dll. Selama alat transportasi tersebut berjalan tanpa keluar dari rel yang disediakan, dipastikan akan selalu tiba di tempat-tempat tujuan dengan selamat jika tidak akan anjelok. Demikian dengan perjalanan hidup menempuh  the second milessehubungan dengan topik renungan kita ini.

Adapun rel yang dimaksud, ditunjukkan dengan jelas melalui Kolose 3:23 demikian firman Tuhan, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Jadi bantalan rel pertama adalah diri kita sendiri agar melakukan setiap perbuatan dengan segenap hati. Kemudian yang kedua, apapun profesi yang kita tekuni lakukan itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kedua rel ini tidak dapat dipisahkan dan harus tetap diatur sejajar dalam arti seimbang dan  perpaduan kedua dasar utama inilah yang akan menjamin kesuksesan yang membawa bahagia,  jika dipedomani dalam setiap usaha manusia. Mari kita lihat kenyataanya melalui pengalaman Yusuf selanjutnya.

Setibanya di Mesir pedagang yang membeli Yusuf seharga 20 syikal perak, kembali menjual dia kepada Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, dengan jabatan kepala pengawal raja. Firman Tuhan memberikan keterangan rinci tentang keberadaan Yusuf di rumah Potifar sekalipun dalam status sebagai budak belian seperti berikut,

“Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.” Kejadian 39:2-6.

Dari sini dapat kita lihat satu kenyataan, bilamana berjalan di atas rel tadi saat diserahi tanggung jawab melalui satu pekerjaan, akan memperoleh hasil yang gemilang diluar perhitungan akal manusia. Kriteria inilah tentu yang dimilki oleh Yusuf sehingga Potifar sebagai boss tempat dia bekerja, menyerahkan seluruh miliknya kepada kekuasaan Yusuf. Hal ini akan lebih membuat kita terperangah dengan pengalaman yang  lebih spektakular lagi bagaimana Yusuf mempertahankan kejujuran bukan saja kepada manusia tetapi terlebih lagi kepada Tuhan. Ayat berikut melanjutkan kisahnya.

“Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku, tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah? Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, ia tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.” Kejadian 39:7-10.

Sekiranya Yusuf tidak berjalan di atas dua rel sesuai dengan Kolose 3:23, mudah sekali dia terjerumus ke dalam dosa yang  menggiurkan dari isteri potifar, berhubung tidak ada orang di rumah selain mereka berdua. Akan tetapi dia tetap sadar bahwa tidak ada yang tersembunyi di hadapa Allah.

error: Content is protected !!