Berharap Dan Percaya Kepada Tuhan

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Mazmur 37:5,6.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 1 Petrus 5:7.

Langkah kesepuluh (penutup): Berharap dan percaya kepada Tuhan.

Sengaja pada langkah kesepuluh (bagian penutup) dari kiat mencapai sukses pada renungan harian kita ini, dipadukan dua ayat Alkitab masing-masing dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tujuanya tidak lain agar para pembaca dapat melihat bagaimana Tuhan melalui Firma-Nya selalu memberikan tuntunan menuju ke arah yang sama bagi setiap orang yang mau menjalaninya. Bagian inilah  seharusnya yang pertama dan terutama  mencakup semua langkah-langkah yang  telah disajikan sebelumnya demi  mencapai keberhasilan yang membawa bahagia. Inilah yang disebut dalam bahasa lain “The last but not least.

Simak dengan cermat bagaimana firman menasihatkan, “Serahkan, percaya dan biarkan Ia bertindak.” Ini merupakan konsep yang harus dijalankan satu paket. Sebab bagaimanakah seseorang mau menyerahkan, jika dia tidak percaya. Atau bagaimanakah seseorang disebut menyerahkan dan percaya namun giliran bertindak dia sendiri yang melakukan. Demikian halnya hubungan kita dengan Yesus Kristus penebus Yang Maha Kasih itu. Dia yang tahu segala seluk beluk kehidupan kita sekarang maupun yang akan datang. Dan untuk itupun Dia sudah punya rancangan bagi kita demikian Firman-Nya mengatakan.  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu, apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu. Yeremia 29:11-14.

Ketika pesawat Malaysia MH370 mengalami nasib yang nahas, menggoreskan kisah-kisah memilukan. Salah satu di antaranya menyangkut pengalaman seorang pemuda yang turut menjadi korban hilang tak berbekas. Orang tua bersama keluarga lainya menyelenggarakan upacara syukuran sekaligus perpisahan denganya, berhubung  selama beberapa tahun dia akan berada di Tiongkok menekuni pekerjaan baru di salah satu perusahaan minyak ternama. Pada saat acara perpisahan itulah pemuda jebolan ITB tersebut berjanji kepada kedua orang tuanya. Sesegera mungkin dia akan memanggil mereka berwisata sudah barang  tentu menikmati pemandangan tembok China yang terkenal itu. Akan tetapi terjadilah hal yang tak terduga, perhelatan syukuran ternyata merupakan acara perpisahan selamanya. Sebutan mengatakan, “men purposed God disposed-manusia merencanakan namun Allah yang menentukan.”

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.  Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Yakobus 4:13-15.   Hanya rencana Tuhan yang tidak pernah gagal. Berbahagialah setiap orang yang berharap dan percaya pada-Nya.

error: Content is protected !!