Bergembira Dalam Pekerjaan

Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Pengkhotbah 3:22

Penyejuk Jiwa – Ada satu methode mempelajari Alkitab agar lebih menemukan makna yang sesungguhnya, salah satu diantaranya ialah membandingkan satu terjemahan dengan terjemahan lain. Bukan berarti ada terjemahan yang salah, namun tujuanya hanya mau mengerti hakekakat suatu informasi dari firman Tuhan dengan terang benderang. Misalnya ayat inti renungan di atas. The New King James Version (NKJV) menulis sebagai berikut, “Nothing is better than rejoice in his own works, for that is his heritage.” Kata bahagiannya menurut bahasa Indonesia, dalam NKJV disebut dengan heritage berarti warisan. Inilah yang melengkapi pengertian kita semakin jelas tentang “pekerjaan” sebagai salah satu warisan turun temurun sejak dari nenek moyang kita Adam dan Hawa. Dengan kata lain pada saat Tuhan menciptakan dunia, sekaligus juga menciptakan pekerjaan khususnya bagi manusia. Mengapa…? Jawabnya ialah karena Tuhan mengetahui bahwa pekerjaan adalah berkat manusia.

Firman-Nya mengatakan, TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Kejadian 2:15

Sejak Tuhan Allah menciptakan manusia pertama Adam dan Hawa, mereka diserahi tanggung jawab untuk mengusahakan dan memelihara Taman Eden yang begitu indah dan luas itu. Sudah barang tentu itu adalah pekerjaan. Namun ada hal yang harus kita ingat dan waspadai, perbedaan pola pikir orang-orang dalam menyikapi pekerjaan setelah dunia ini jatuh ke dalam dosa. Malahan “pekerjaan” sering mejadi senjata pamungkas setan untuk merusak kerukunan keluarga. Mengapa kita berani mengatakan seperti itu! Ada satu hasil survey dan itu viral di media sosial saat ini, ketika sedang menjalani “stay at home” (di rumah saja) akibat korona, maka pertengkaran, percekcokan melanda banyak rumah tangga bahkan ada yang harus diakhiri dengan perceraian. Dapat dibayangkan memang jika bekerja dari rumah, belajar dari rumah, berbakti juga di rumah semua dari rumah. Berarti seluruh mekanisme kehidupan tertumpuk di rumah, sedangkan asisten rumah tangga harus diberhentikan karena takut pengaruh “orang tanpa gejala” (OTG) dari covid 19 yang kini menjadi momok.

Akan tetapi apapun itu tidak akan pernah dapat diterima menjadi alasan jika pekerjaan harus menjadi penyebab keretakan keluarga, asalkan tidak lupa nasehat Firman Tuhan yang menjadi ayat inti di atas. Jumlahkan semua perkara-perkara yang baik dalam hidup ini, tentu ratusan bahkan ribuan banyaknya. Namun dari semua itu tidak ada yag lebih baik dari pada bergembira dalam pekerjaan. Allah pencipta, Allah Yang Maha Tahu yang menyatakan lewat firman-Nya. Jika ini dipedomani sekaligus diamalkan saat menjalani hidup, akan mengalami bahwa pekerjaan itu adalah berkat Tuhan. Selanjutnya Firman Tuhan menasehatkan, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” Kolose 3:17.

Ayat ini memberikan jaminan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dengan perkataan atau perbuatan apabila dilakukan dalam nama Tuhan Yesus maka Allah Bapa kita akan menolong kita bergembira melalukanya. Ingat…Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Amsal 17:22

error: Content is protected !!