Berbalik Kepada Allah – “THEOTROPISM”

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. II Petrus 3:9.

Renungan Harian – “Tropism” adalah suatu kecenderungan untuk mengarahkan atau bergerak sesuai dengan benda yang merangsang. Benda yang merangsang itu boleh jadi air (hydrotropism), daya tarik (geotropism), unsur kimia (chemotropism). Bilamana terang yang menjadi dasar perangsang, itu biasanaya disebut phototropism. Kejadian semacam ini dapat diperhatikan pada tanam-tanaman di dalam rumah yang menghadap arah ke jendela, sesudah dibiarkan berdiri pada posisi yang sama untuk beberapa hari lamanya.

Akan tetapi “photropism” tidak terbatas hanya pada tumbuh-tumbuhan. Itu dapat juga terlihat pada jenis binatang tertentu. Misalnya laron yang juga disebut kelekatu, akan terbang menuju sumber terang pada malam hari. Pelajaran-pelajaran melalui kejadian semacam ini menunjukkan bahwa terang yang menembus melalui mata laron menghasilkan reaksi kimia yang melemahkan keseimbangan otot pada sayapnya. Inilah yang menyebabkan laron itu membelok pada ototnya yang telah dilemahkan atau dilumpuhkan.  Namun dengan berbuat demikian, terang itu merangsang mata yang lain, membuat laron itu berbalik ke arah jurusan lain. Keadaan inilah yang membuat laron tersebut gugup, kebingungan sambil menabrak sumber terang itu.  Ada lagi heliotropism yakni sejenis tumbuhan yang dirangsang oleh sinar matahari khususnya jenis terang yang menjadi dasar. Salah satu contoh heliotropism ini ialah bunga matahari, dimana kembangnya selalu bergerak mengikuti arah matahari di langit, sehingga bidang kembangnya tetap menghadap matahari. Sebagaimana proses laron dan juga tumbuhan lain tadi, kita mendapati satu penjelasan ilmiah perihal gejala semacam ini di segi rohani.

Theotropism yang muncul sebagai topik renungan ini adalah gabungan kata yangg mengandung pelajaran. Terdiri dari dua kata Yunani atau Gerika, “Theos artinya Allah – Tropism berarti berbalik. Dengan demikian “THEOTROPISM” berarti “berbalik kepada Allah.” Theotropism atau “berbalik kepada Allah” inilah yang perlu sekali diperkembang dalam kehidupan orang Kristen. Kita tahu arti kata “berbalik” berarti memutar arah tujuan dengan posisi seratus delapan puluh derajat.

Perhatikan dan amati bunga matahari yang tetap mengarahkan wajahnya ke arah matahari. Jika kembangnya berbalik dari sinar terang maka bunga matahari itu akan otomatis memutar batangnya sehingga mangangkat daun bunganya ke arah sinar matahari. Itulah sebabnya para akhli botani yang memberikan nama kepada kembang yang satu ini selalu sama dalam bahasa manapun di dunia yaitu “bunga matahari” sesuai dengan proses alaminya tetap menghadap matahari.

Oleh sebab itu biarlah masing-masing yang telah menyerahkan hatinya kepada Allah berbalik selalu ke arah sinar matahari kebenaran, dan memiliki kerinduan untuk menerima sinar terang kemuliaan yang dipantulkan wajah Yesus Kristus. Boleh jadi hidup ini kadangkala diterpa gelombang dan badai tanpa kita duga dan harapkan. Namun Yesus Kristus sendiri telah lebih dulu memberikan jaminan yang pasti untuk menghadapi semua itu. “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” Wahyu 3:10.

Kiranya kita tetap memelihara hubungan yang selalu dekat dengan Allah agar pada setiap pencobaan, pikiran dan hati kita boleh diarahkan kepada-Nya sebagaimana kebiasaan kembang itu berbalik ke arah matahari. Ada satu lagu rohani yang digubah oleh Isaac Watts yang patut kita nyanyikan setiap bangun di pagi hari yang mengangkat jiwa kita lebih dekat kepada Tuhan. “Waktu pagi ya Tuhanku, dengarlah suaraku. Melayang doa yang sungguh, memandang padaMu.”

error: Content is protected !!