Berani Mempertahankan Kebenaran

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Matius 5:37

Penyejuk Jiwa – Firman dari Yesus Kristus pada renungan hari ini, memerlukan keteguhan dan keberanian mengaplikasikan. Tentu kita tidak boleh lupa bahwa sesuatu yang perlu dipertahankan ada patokan, dan untuk ayat ini patokanya adalah kebenaran dan  kebenaran itu adalah firman Tuhan. Yohanes 17:17. Jika ya, menurut kebenaran itu katakan: ya, jika kebenaran itu mengatakan tidak, harus berani mengatakan tidak. Lebih daripada itu berasal dari si jahat. Untuk itulah perlu kita cermati secara akurat bagaimana firman Tuhan memberikan perintah. Mengatakan ya, atau tidak sehubungan dengan kebenaran cukup dengan menggunakan metode defensive atau bertahan dan jangan sekali-kali offensive yaitu menyerang. Inilah konsep menyikapi kebenaran di seluruh lembaran kitab suci mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu.

Tidak perlu diperjuangkan dalam arti offensive, akan tetapi harus berdiri teguh mempertahankan. Itu sebabnya kita beri judul, “Berani mempertahankan kebenaran.” Mari kita simak salah satu ayat yang menyatakan, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” 1 Korintus 15:58

Apabila kebenaran itu harus diperjuangkan, maka Alkitab akan mengajarkan bahwa laskar-laskar Kristus perlu diperlenkapi dengan senjata perang. Bukankah ini yang terjadi di abad permulaan yang disebut sebagai “Dark Ages” atau Zaman Kegelapan. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tidak terhitung banyaknya para korban suhada Karena mempertahankan kebenaran akibat perbuatan sekelompok orang yang menurut mereka berusahan memperjuangkan kebenaran. Penyiksaan, bahkan pembatain terjadi dilakukan oleh oknum-oknum yang menamakan diri memperjuangkan kebanaran.

Kita tidak tau apa yang akan terjadi di Jakarta hari ini, 4 Nopember 2016. Ada gelombang demonstrasi besar-besaran menurut berita, dan pemicunya tidak lain dari adanya dua pihak yang satu mempertahankan kebenaran dan yang lain memperjuangkan atau offensive. Sambil menunggu situasi ibukota hari ini, yang akan kita lanjutkan besok hari  sehubungan denga liputan peristiwa, mari kita simak sejenak satu kisah nyata yang relevan.

Majalah Bits & Pieses yang banyak memotivasi dunia, dalam salah satu terbitannya menulis pengalaman Christian Herter, yang sedang berjuang keras untuk bisa memenangkan masa jabatan gubernur Massachusetts kedua kalinya. Di satu sore, sampailah dia di satu kantin yang saat itu memberikan makanan gratis kepada setiap pengunjung. Christian Herter sangat lapar karena ia belum makan sejak siang.

Iapun ikut antri, sampai tiba giliran berhadapan dengan wanita petugas yang menghidangkan daging ayam. Wanita itu menaruh sepotong daging ayam ke piring Herter. Didorang oleh rasa laparnya, Herter menyapa petugas wanita itu dengan permohonan, “maafkan saya nona, lapar sekali, bolehkah saya minta tambah ayamnya sepotong lagi?” Wanita itu menjawab, “maaf, saya hanya boleh memberikan sepotong ayam kepada setiap orang!”  “Tapi saya lapar sekali,” Herter mencoba meyakinkan. “Tidak, hanya satu potong ayam untuk satu orang,” sahut wanita itu.

Christian Herter, sangat terkenal sebagai gubernur yang ramah dan penyabar, namun kali ini ia bertekad untuk menggunakan sedikit kekuasaanya.

 “Anda tahu siapa saya?” kata Herrter, “Sayalah gubernur Massachusetts!” Akan tetapi dengan tidak gentar sedikitpun wanita pelayan itu balik membalas, “anda tahu siapa saya, sayalah wanita yang diberi wewenang untuk membagikan ayam sepotong satu orang. Silahkan bapak duduk karena masih banyak yang antri!” demikian wanita itu menjawab.

Rasul Yakobus kembali mengulangi perintah Yesus dengan menulis sebagai berikut,  “Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.” Yakobus 5:12. (bersambung)

error: Content is protected !!