Benteng Perlindungan Teguh

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Mazmur 91:1,2

Renungan Harian – Ketika kini pandemic covid 19 sedang mengancam kehidupan hampir semua negara di dunia, rasanya bagai menghadapi gelombang badai yang menggentarkan. Manusia tidak hanya mengalami depressi akibat virus yang ganas tersebut, namun banyak penderitaan yang menimpa banyak orang sebagai dampaknya. Perekonomian dunia dilanda krisis karena dana besar-besaran disedot oleh upaya penanggulangan para korban terinfeksi, berikut usaha pemutusan penularan wabah. Belum lagi akibat langsung yang dirasakan masyarakat secara individu dengan hilangnya mata pencaharian karena banyak perusahaan yang terpaksa harus melakukan tindakan PHK. Banyak lagi hal lain yang tidak perlu kita beberkan karena hanya membuat hati miris memikirkanya. Sering menjadi pertanyaan yang tersirat ketika hendak menyuguhkan renungan ini, “kemanakah gerangan orang mencari perlindungan di saat keadaan sangat mencekam?” Apakah merasa nyaman untuk berlindung kepada Tuhan Yang Maha Kuasa seperti ayat inti renungan di atas, atau sebaliknya lebih merasa nyaman seandainya Jenderal Idham Azis (kapolri) dan DR. Terawan (menkes) dengan semua perangkat kapasitas mereka mengawali kita dalam situasi seperti sekarang ini? Jawabnya terletak pada pilihan masing-masing sesuai dengan iman, meskipun Alkitab memberikan jaminan.

Yesus berkata: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Yoh. 14:23

Apakah masih ada rasa takut, gentar atau khawatir apabila Allah Bapa dan Yesus Kristus diam bersama anda dan saya? “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Roma 8:31. Baik virus penyakit, krisis ekonomi dll, tidak akan pernah mengganggu ketenteraman dari umat yang kepadanya Allah berpihak. Itu sebabnya Rasul Paulus menentukan pilihanya dan telah menyaksikan pengalamannya sendiri lewat Firman Tuhan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4:13. Dengan demikian hanya Tuhan yang menjadi perlindungan kokoh sebagai sumber kekuatan. Oleh sebab itu biarlah kita tdk ikut-ikutan menjadi over protective terhadap diri maupun keluarga dengan menimbun sembako di rumah atau menggunakan akal sehat sendiri mengatasi kesulitan dalam situasi apapun. Camkan dan amalkan nasihat Tuhan kepada orang Israel saat mereka menghadapi krisis yang mencekam di zaman Nabi Yesaya, Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Yesaya 30:15.  TENTUKAN PILIHAN MU SEKARANG JUGA…!

error: Content is protected !!