Allah Menyelamatkan Orang Benar Di Sodom

dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar.
2 Petrus 2:6,7.

Melalui firman Tuhan pada renungan harian kali ini, sengaja mengungkap salah satu sisi kekeliruan manusia yang sekarang sedang menjadi sorotan publik di seantero Dunia. Sebagian akan merasa tersentak, namun yang lain telah menganggap itu biasa atau wajar, manakala mendengar atau menyaksikan  pernikahan dengan sesama jenis. Laki-laki menikah dengan laki-laki, demikian perempuan menikah dengan perempuan. Dan tidak tanggung-tanggung peristiwa yang amat fenomenal ini bisa melanda kehidupan para petinggi negara. Para pembaca tentu telah mengetahui Xavier Bettel (42-Lk) Perdana Menteri Luxembourg, menikahi kekasih lamanya seorang pria bernama Gauthier Destenay tahun yang lalu.

Sebelumnya telah diawali oleh Johanna Sigurdardottir (Pr) Perdana Menteri Islandia, menikahi kekasihnya juga seorang wanita bernama Jonina Leosdottir pada 27 Juni 2010 yang lalu. Moment pernikahan mereka inilah yang sekaligus menjadi perayaan pengakuan hak kaum “Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender,” yang kini populer dengan singkatan LGBT. Sesuai hasil liputan media sosial, warga masing-masing negara itupun tidak mempermasalahkan pernikahan sejenis pemimpin mereka. Sampai sekarang semakin bertambah negara-negara di dunia yang telah melegalkan pernikahan sejenis dalam arti didukung oleh undang-undang, tadinya masih 16 negara namun kemudian bertambah menjadi 17 setelah  Amerika Serikat menyusul mengesahkanya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa akhir-akhir ini pergerakan LGBT telah menyeruak ke seluruh penjuru bumi. Di negara yang belum melegalkan bahkan berusaha melarang, bergerak secara latent dan kelihatannya sulit untuk dibendung. Tidak terkecuali di kawasan pemerintahan yang mayoritas penduduknya adalah umat beragama seperti Indonesia, gejolak ini telah menjadi ancaman tersendiri. Bukan saja menjadi urusan aparat terkait tetapi juga meresahkan para orang tua yang masih normal, jangan sampai menimpa anak-anak mereka yang sedang bertumbuh dewasa.

Mari kita coba mengkaji masalah ini dari akal sehat. Semua manusia yang rasional pasti mengetahui hakekat pernikahan itu agar berbahagia dengan lahirnya anak-anak di tengah keluarga. Bagi kita semua yang telah menikah secara wajar, saat memikirkan lebih dalam lagi  tujuan berumah tangga itu, pasti merasa aneh dengan kecenderungan yang abnormal ini. Belum lagi membayangkan bagaimana jadinya proses hubungan batin yang dilakukan oleh dua sosok yang sejenis. Akan tetapi tak putus-putusnya kita bertanya, “Mengapa hal ini bisa sampai melanda para petinggi dunia seperti contoh yang kita sebut di atas?”

Sehubungan dengan tujuan setiap renungan ini adalah penyejukjiwa dengan makna spiritual maka jawabnya harus tetap kembali ke laptop yakni Alkitab. Semua orang tahu bahwa hubungan sex sejenis dikenal dengan istilah lain yaitu “sodomi.” Ini tentu berawal dari kebiasaan manusia yang dicatat pertama kali dalam firman Tuhan melanda masyarakat  Sodom dan Gomora. Apabila dibaca slengkapnya di Kejadian 19, jelas sekali dicatat bahwa praktek kehidupan sodomi merupakan dosa puncak yang tidak dapat ditolelir sehingga terpaksa Tuhan membinasakan kota itu dengan api, kecuali Lot bersama keluarganya yang masih hidup benar. Perhatikan dengan seksama bagaimana ayat renungan di atas. Rasul Petrus sengaja mengutip pengalaman Sodomi sebagai peringatan bagi kita yang hidup kemudian, yakni sekarang ini. Nantikan keterangan Alkitab selanjutnya tentang LGBT pada renungan berikut.

error: Content is protected !!