Akukah Dia, Engkaukah Dia?

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih tidak mempedulikan agama,  tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,  suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.  Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 2Timotius 3:1-5.

Penyejuk Jiwa – Perikop yang terdiri dari lima ayat di atas, mengungkapkan paling sedikit tiga poin penting yang harus menyita perhatian para pembaca barulah menemukan maknanya untuk aplikasi. Poin pertama ialah bahwa amaran ini berbasis nubuatan, karena surat “2Timotius” ditulis oleh Rasul Paulus sekitar 2000 tahun yang lalu pada hal menuliskan “pada hari-hari terakhir akan datang…”  Poin kedua, semua sifat-sifat duniawi yang disebutkan secara rinci akan terjadi, sekarang telah digenapi dan kita dapat saksikan itu di mana-mana apakah dengan mata kepala sendiri maupun melaui sajian-sajian media sosial. Dengan demikian amaran tersebut adalah nubuatan yang telah digenapi. Hebatnya firman Tuhan ini menguraikan karakter yang sifatnya komplimenter yakni saling memengaruhi satu sama lain. Mari kita lihat! Orang yang mengorbankan hidupnya menjadi hamba uang umumnya hanya mencintai dirinya sendiri, karena bagi mereka segala sesuatu adalah demi uang. Sesudah itu mulailah membual serta menyombongkan diri lalu memfitnah, dan selanjutnya…seperti telah ditulis.

Point ketiga yang cukup membuat kita harus tersentak untuk bertanya kepada diri sendiri jangan-jangan saya pun termasuk di dalamnya. Kelompok “mereka” yang disebutkan sebagai pelaku kejahatan tersebut adalah orang-orang yang selalu menjalankan ibadah, akan tetapi bobotnya hanya secara lahiriah. Yang mengetahui motif seseorang pada saat beribadah apakah lahiriah atau batiniah hanya Tuhan. Hanya Dia yang sanggup menyelidiki dengan pasti apa tujuan hati dan detak jantung yang tersembunyi di balik rompi serta baju mahal yang dikenakan seseorang saat berbakti. Hal inilah yang mendorong mata kita untuk melihat situasi dan kondisi masa kini, seolah-olah ada hal yang ironis terjadi di kalangan masyarakat.

Seperti telah diramalkan oleh John Naisbitt dan Patricia Aburdene dalam bukunya ”Mega Trends 2000”  di mana ada sepuluh kecenderungan yang akan terjadi di era 2000-an dan salah satu diantaranya ialah perkembangan agama yang amat pesat. Mereka tidak menyebut perkembangan rohani umat beragama karena yang dikedepankan dalam tulisanya ialah pembangunan rumah-rumah ibadah yang megah, peribadatan yang bersifat massal, termasuk buku-buku yang bernuansa rohani membanjiri pasaran literatur. Kelihatanya ini benar menjadi kenyataan terbukti dari tempat-tempat ibadah yang berdiri megah di mana-mana bukan saja khusus bagi agama tertentu. Masjid, Katedral, Gereja, Pura, Wihara, Kuil, masing-masing sesuai pengembangannya sungguh menarik perhatian karena keindahan, bahkan karena kemewahanya kadangkala menjadi objek wisata. Keadaan ini memang lumrah malahan keharusan. Dari sisi kepercayaan umat Kristiani hal ini Alkitabiah. Tempat menyembah Khalik Yang Maha Kuasa harus lebih megah dari rumah-rumah milik pribadi umat. Lemabaran Firman Tuhan ada mencatat  datangnya bencana akibat perlakuan bangsan-Nya, menelantarkan pembangunan fisik rumah ibadah. Ini dapat dibaca di buku Hagai demikian Firman Tuhan,

Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.  Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,  dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha.” Hagai 1:9-11

Adapun perkara yang menggelitik hati dalam hal ini sehingga berkata ironis, hanyalah kondisi yang mewarnai celah-celah kehidupan antar umat beragama, yang menunjukkan bahwa agama sangat terpelanting jauh dari hakekat idealnya sebagai sumber solusi. Di beberapa negara kecurangan seperti korupsi, koalisi, dan nepotisme yang popular dengan istilah KKN, justru lebih banyak terjadi di departemen agama maupun badan-badan agama. Tidak jarang terjadi peristiwa tragis yang memilukan  sampai menelan banyak korban jiwa yang tak berdosa, ternyata disebut yang bertanggung jawab dibelakangnya adalah umat beragama. Bukankah semua orang harus mengakui penomena ironis ini karena terjadi di era pertumbuhan pesat agama-agama “di satu sisi.” Selalu harus tanda petik “di satu sisi.”

Renungkanlah satu analisa sederhana. Semua pemeluk agama dimanapun berada pasti tau, arti agama secara etimologis, yakni terdiri dari dua kata, A=tidak, Gama=kacau. Berarti agama sama dengan tidak kacau. Akan tetapi mengapa disaat agama berkembang dengan pesat “di satu sisi” malah dunia semakin kacau, yang seharusnya tidak kacau sebagaimana terkandung dalam arti “agama” itu. Inilah fakta ironisnya. Saat mengikuti kuliah mengambil jurusan Filsafat Theologia, saya mempelajari selama satu semester mata kuliah “World Religion” atau Agama-Agama Dunia. Ternyata tidak  satupun agama yang mengajarkan pemeluknya berbuat kejahatan, semua menanamkan benih  kebenaran, kebaikan, damai sejahtera. Jika demikian di mana letak kesalahanya?

Kembali ke Alkitab dengan perikop di atas, Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Ayat 5.   Itu sebanya dihimbau kepada semua, “Jauhilah mereka!”

Inilah yang akan kita lihat lebih mengerucut secara induktif agar menyentuh diri kita secara individu pada renungan berikut.

error: Content is protected !!