Akan Terluputkah Aku?

Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.  Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. Daniel 12:1-3.

Alkitab adalah penyejuk jiwa untuk kehidupan rohani kita, tetapi dalam membaca kitab Daniel membutuhkan ketekunan yang sedikit berbeda dibanding dengan kitab-kitab lain. Hampir di setiap halaman yang terdiri dari 12 pasal, disajikan dengan lambang-lambang seolah-olah pembaca merasa kesulitan untuk mengerti. Jika demikian halnya, itu wajar dan normal, karena Daniel sendiripun sebagai penulis menghadapi hal yang sama (ayat 8). Namun bukan berarti buku Daniel merupakan tulisan di Alkitab yang tidak dapat dipahami, sama sekali tidak. Adapun tujuan yang tersirat sehingga buku tersebut ditulis dengan materi sedemikian rupa, karena saat itu adalah masa yang sulit di segi pertumbuhan rohani. Oang-orang yang memuja Allah melebihi ketaatan kepada para penguasa negara (kerajaan) akan dianiaya bahkan dimusnahkan. Inipun sempat dialami oleh Daniel bersama sahabat-sahabatnya sampai dibakar di perapian namun Tuhan memelihara mereka secara ajaib. Faktor-faktor inilah yang menjadi alasan mengapa Tuhan mengirimkan nubuatan yang penting ini melalui lambang-lambang. Sekiranya ditulis dengan kata-kata yang mudah dimengerti,  maka semua manuscript-nya akan dimusnahkan oleh penguasa di waktu itu berhubung sebagian isinya pun mengungkapkan kedok mereka yang sangat arogan melawan Allah Yang Maha Kuasa.  Ini semua kita ketahui melalui ayat-ayat sebelumnya. Untuk itulah sehingga utusan Sorgawi datang kepada Daniel seraya menyatakan, “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” Daniel 12:4.

Kitab Daniel ditulis diantara tahun 536-530 SM, dengan kata lain sekitar 2500 tahun yang lalu. Maka disebutkan bahwa pada akhir zaman banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan bertambah. Tentu yang dimaksud dengan pengetahuan di sini adalah mengenai kitab Daniel. Bilamana dipadukan kedua penyataan dari ayat ini yang menyebutkan, “akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu” maka sekaranglah waktunya akhir zaman. Di zaman Daniel belum pernah terjadi kejahatan seperti mutilasi, yang sangat menyedihkan begitu teganya memutilasi ibu yang lagi hamil, memperkosa anak kandung sendiri, modus perampokan seperti membius korban dan lain sebagainya.

Hampir setiap saat media sosial elektronik seperti email, bbm, wa, fb, dll selalu dipenuhi berita sekaligus sebagai amaran agar berhati-hati karena banyaknya modus-modus kejahatan. Momen sensus ekonomi yang kini sedang dijalankan pemerintah RI pun, turut dimanfaatkan penjahat. Begitu juga ancaman bahaya narkoba dan sejenisnya yang kini menelan korban jiwa sekitar 50 orang setiap hari di Indonesia. Segala upaya telah dilakukan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk menanggulangi namun tetap menunjukkan peningkatan korban dari tahun ke tahun. Belum lagi ancaman LGBT yang amat meresahkan para orang tua yang masih memiliki anak pemuda/i. Inilah yang disebutkan dalam buku Daniel sebagai kesesakan besar, dan bila kita dalami pasal sebelumnya jelas menubuatkan bahwa situasi ini akan semakin meningkat sampai menjelang hari kiamat. Yesus juga mengulangi amaran ini pada saat menerangkan tanda-tanda kesudahan dunia di Lukas 21:25:28, Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Orang akan melihat anak manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelematanmu sudah dekat.

Di sinilah kabar baik bagi orang yang selalu siap sedia, akan terluput dari semua malapetaka yang  disebutkan. Daniel merinci bahwa yang terluput ialah mereka yang tertulis namanya dalam Kitab itu. Yang dimaksud dengan Kitab di sini adalah kitab kehidupan. Yesus lebih jauh menjelaskan melalui kitab Yohanes 14:23, Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”

Apakah ada hal yang harus ditakuti oleh seseorang jika Allah dan Yesus telah tinggal bersama-sama dengan dia? Inilah yang menjadi pengalaman anda dan saya, jika kita mengasihi Yesus, yang terbukti dari penurutan kepada firman-Nya, anda dan saya akan terluput!

error: Content is protected !!