Akan Maju atau Tidak Dapat Maju

Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” Bilangan 13:30.
Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”
Ayat 31.

Penyejuk Jiwa – Pada renungan sebelumnya, kita telah melihat melalui pengalaman beberapa orang sebagai tokoh di luar Alkitab, bagaimana ke optimisan dan berpikir positif membawa keberhasilan, demikian juga sebaliknya. Hari ini kita akan menyimak satu catatan sejarah dalam Firman Tuhan, yang menguraikan fakta yang sama ketika umat Israel menelusuri perjalanan musafir meninggalkan Mesir menuju Tanah Kanaan. Pengembaraan bangsa pilihan Tuhan itu selama 40 tahun yang semestinya hanya 40 hari, merupakan peristiwa yang terjadi namun menjadi pelajaran bagi umat-Nya yakni bagi kita yang hidup di akhir zaman. Demikian Firman Tuhan memberikan amaran,  “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”   I Korintus 10:11.

Sudah barang tentu pengalaman mereka merupakan untaian sejarah yang panjang, namun kita hanya menyimak satu sisi yang berkaitan dengan pola pikir seseorang berdasarkan cara memandang. Untuk ini mari kita ulang membaca dengan seksama kitab bilangan fasal 13, 14 yang mencatat secara lengkap satu episode perjalanan bangsa Israel. Saat itu mereka telah berada di Kadesh, padang gurun Paran tidak lama lagi akan memasuki wilayah Kanaan. Untuk itulah Tuhan memerintahkan Musa agar memilih 12 orang dari bangsa itu, masing-masing satu dari setiap suku menjadi pengintai dan berangkat ke negeri yang akan mereka kuasai seperti dijanjikan oleh Tuhan. Kitab bilangan 13 dengan jelas mencatat nama-nama mereka yang telah terpilih termasuklah di dalamnya Kaleb dan Yosua. Lalu  Musa merinci hal-hal yang harus diamati, dan sesudah kembali dari pengintaian harus memberikan laporan selengkapnya.

Waktu berjalan selama 40 hari, para pengintaipun kembali ke Kadesh. Sama seperti perintah Musa sebelumnya masing-masing memberikan laporan berdasarkan hasil pengamatan. Pada momen itulah terjadi hal yang menarik. Keduabelas pengintai ternyata memberikan dua jenis laporan yang berbeda, padahal mereka mengamati objek yang sama. Rincian hasil pengamatan mereka kita angkat menjadi pokok renungan kali ini. Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” Bilangan 13:30. Kaleb menyatakan ini dengan tegas karena sebelumnya telah terjadi kegaduhan di kalangan bangsa itu mendengar laporan 10 orang yang lain bernada provokasi sehingga umat Tuhan itu menjadi pesimis. Perhatikan laporan mereka,  Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Ayat 31. Hanya dari laporan ini saja Alkitab telah memberikan ketentuan bahwa mereka yang berpikir positif akan maju, sedangkan yang bepikiran negatif tidak dapat maju. Ini pasti benar kerena firman Tuhan telah menulisnya.

Di pasal yang sama Kitab Bilangan ada catatan, untuk memikul setandan buah anggur harus dua orang karena besarnya. Ini menjadi bukti nyata bagi Kaleb dan Yosua, bahwa tanah itu amat subur. Tidak heran penduduknya besar-besar karena hasil pertaniannya melimpah ruah. Kaleb dan Yosua menjadi optimis dengan berharap, demikianlah nanti keturunan mereka jika sudah mendiami negeri itu. Berbeda dengan 10 pengintai yang lain menjadi pesimis melihat raksasa-raksasa di tempat yang sama, padahal Tuhan sudah berulang-ulang menjanjikan bahwa mereka akan menghalau penduduk tersebut. Kembali kita dihadapkan kepada tantangan hidup dan bagaimana menyikapinya. Kuncinya tetap terletak pada cara berpikir anda dan saya. Masih ada hal yang jauh lebih menarik untuk diaplikasi sehubungan dengan ini, dimana berpikir positif ternyata penunjang kesehatan mencapai usia lanjut. Nantikan pada renungan berikut.

error: Content is protected !!