About

Menghadapi situasi dan kondisi zaman sekarang ini, banyak orang menjadi resah tidak perduli di lapisan sosial mana mereka berada. Hal ini tidak dapat dipungkiri berdasarkan fakta di mana semakin meningkatnya penderita sakit karena depressi bahkan sampai menjurus ke tindakan  bunuh diri di kalangan masyarakat. Bukan hanya itu tingkat-tingkat kejahatanpun menunjukkan modus-modus operandi yang amat menggelisahkan. Tanpa disadari penomena inilah yang menimbulkan ketakutan di kalangan umat manusia.

Tentu ini harus menyentuh rasa keprihatinan semua pihak agar berupaya mencari solusi, paling tidak menyodorkan hal-hal yang bersifat “penyejuk jiwa” apalagi dengan tersedianya fasilitas “dunia maya” ini sebagai tempat sharing atau berbagi sesuau yang dapat mengobati pikiran.

Untuk tujuan itulah salah satunya, sehingga  penyejukjiwa.com ini muncul dengan pendekatan melalui Firman Tuhan tentunya sebagai formula penyejuk yang diakui, ketimbang perkara-perkara  lainya yag kadang kala kurang membawa hasil yang optimal. Bahkan metode-metode peyembuhan penyakit fisik pun sekarang ini lebih banyak menggunakan usaha penyembuhan rohani terlebih dahulu, dan sudah barang tentu formulanya adalah Firman Tuhan. Buktinya melalui sebuah artikel yang ditulis oleh Christina M. Puchalski, MD, Ms dari  The George Washington Institute for Spirituality and Health (GWish),” memberikan beberapa hasil penelitian tentang hubungan kerohanian dan kesehatan yang berfokus pada moralitas, mengatasi dan pemulihan seperti berikut ini,

  1. Study menunjukkan bahwa orang yang memiliki kehidupan rohani secara teratur, cenderung hidup lebih lama. Penelitian yang melibatkan 1700 orang dewasa menunjukkan bahwa mereka yang rutin hadir di tempat ibadah, mengalami peningkatan kadar interleukin (IL6). IL6 adalah cell yang memproduksi kekebalan manusia.
  2. Study menunjukkan bahwa mereka yang hidup rohani cenderung memiliki pandangan yang positif dengan kualitas hidup yang lebih baik. Sebagai contoh, penderita kanker dengan stadium lanjut, menemukan kenyamanan karena memiliki iman dan rohani yang kuat. Merasa puas dengan kehidupan mereka, lebih bahagia, dan memiliki hanya sedikit rasa sakit.
  3. Hasil quesioner “nyeri” didistribusikan oleh American Pain Society untuk pasien rawat inap, mendapati bahwa doa pribadi adalah metode non-drugs yang paling umum digunakan untuk mengendalikan rasa nyeri, sebanyak 76%  dari pasien memanfaatkanya.

Beberapa abad lalu penelitian medis semata-mata hanya berfokus pada obat ketimbang perhatian secara rohani, namun belakangan ini setelah bidang kedokteran menemukan manfaat rohani sebagai therapy, maka para ahli medis berusaha menyeimbangkan pengobatan melalui pelayanan rohani tsb. Jika medical scientific menganggap ini sebagai hasil yang menakjubkan namun Firman Tuhan sudah menemukanya sejak dunia dijadikan. Inilah yang akan disajikan oleh website ini dan akan berusaha menggulirkannya setiap hari. Semoga para pengunjung dapat memetiknya menjadi aplikasi hidup yang berharga.

error: Content is protected !!